
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024, menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna internet di Tanah Air.
Peningkatan Penetrasi Internet Menggembirakan
Survei APJII 2024 menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 221,56 juta orang pada tahun 2024. Angka ini naik 2,67% dibandingkan periode sebelumnya, mencerminkan peningkatan akses internet bagi masyarakat Indonesia.
Dibandingkan dengan tahun 2021-2022, penetrasi internet di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1,17%, menunjukkan tren positif dalam pemanfaatan internet oleh masyarakat.
Generasi Milenial dan Gen Z Menjadi Pengguna Utama
Survei ini juga mengungkapkan dominasi generasi milenial (lahir 1981-1996) dan Gen Z (lahir 1997-2012) sebagai pengguna internet terbanyak. Generasi milenial memiliki penetrasi internet 93,17% dan kontribusi 30,62% terhadap total pengguna, sedangkan Gen Z memiliki penetrasi 87,02% dan kontribusi 34,40%.
Data ini menunjukkan peran penting internet dalam kehidupan generasi muda, sekaligus menjadi peluang bagi berbagai pihak untuk menghadirkan konten dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Peningkatan Akses Internet di Berbagai Generasi
Generasi X (lahir 1965-1980) menempati urutan ketiga dengan penetrasi internet 83,69% dan kontribusi 18,98%, diikuti oleh generasi Baby Boomers (lahir 1946-1965) dengan penetrasi 60,52% dan kontribusi 6,58%. Generasi pra-Boomer (lahir sebelum 1945) memiliki penetrasi 32% dan kontribusi 0,24%, sedangkan generasi post-Gen Z (lahir setelah 2012) menunjukkan penetrasi 48% dan kontribusi 9,17%.
Peningkatan penetrasi internet di berbagai generasi menunjukkan perluasan akses internet yang semakin merata, membuka peluang bagi berbagai kalangan untuk memanfaatkan internet dalam berbagai aspek kehidupan.
Survei APJII: Memotret Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet
Survei APJII 2024 dilakukan pada periode 18 Desember 2023 hingga 19 Januari 2024, melibatkan 8.720 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan Margin of Error (MoE) ±1.1% dan Relative Standard Error (RSE) 0.43%.