Profil Smart City Kabupaten Gunungkidul

Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibukotanya Wonosari. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Wonosari terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta (Ibukota Daerah Istimewa Yogyakarta), dengan jarak ± 39 km. Untuk menyelesaikan tantangan dan permasalahan daerah diperlukan strategi dan pendekatan yang komprehensif, inklusif, efektif, dan efisien dengan pembangunan berbasis Smart City Smart City Kabupaten Gunungkidul adalah konsep Pengembangan dan Pengelolaan kota dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menghubungkan, memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Profil Kabupaten Gunungkidul

“Visi Misi Smart City Kabupaten Gunungkidul”

Visi Smart City Kabupaten Gunungkidul
Visi Smart City Kabupaten Gunungkidul selaras dengan visi RPJMD
Kabupaten Gunungkidul Tahun 2021-2026 yaitu:
“Terwujudnya Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Gunungkidul
yang Bermartabat Tahun 2026”

Misi Smart City Kabupaten Gunungkidul adalah :

  1.  menyelesaikan permasalahan strategis daerah dengan memanfaatkan
    teknologi informasi dan komunikasi,
  2. menciptakan inovasi dalam rangka meningkatkan potensi unggulan
    daerah, dan
  3. membangun kolaborasi antar sektor untuk mewujudkan visi Kabupaten
    Gunungkidul.

 DIMENSI SMARTCITY
SMART GOVERNANCE

Smart Governance dapat diartikan sebagai tata kelola kota yang pintar, di mana komponen tata kelola ini umumnya menyoroti tata kelola dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebagai institusi yang mengendalikan sendi-sendi kehidupan kota. Smart Governance dalam dimensi Smart City merupakan gambaran tata kelola pemerintahan yang dilaksanakan secara pintar yang mampu mengubah pola-pola tradisional dalam birokrasi sehingga menghasilkan business process yang lebih cepat, efektif, efisien, komunikatif, dan selalu melakukan perbaikan. Adapun sasaran dari Smart Governance adalah mewujudkan tata kelola dan tata pamong pemerintahan Kabupaten Gunungkidul yang ekfektif, efisien, komunikatif, dan terus melakukan peningkatan kinerja birokrasi melalui inovasi dan adopsi teknologi yang terpadu.

SMART BRANDING
Smart Branding, yaitu: inovasi dalam memasarkan Kabupaten Gunungkidul sehingga mampu meningkatkan daya saing dengan mengembangkan tiga sub-dimensi, yaitu: pariwisata (tourism), daya saing bisnis (business), dan wajah tampilan kota (appearance). Smart Branding menjadi salah satu dimensi dalam Smart City karena dalam era informasi seperti saat ini, sebuah kota tidak lagi harus mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya dengan hanya memanfaatkan potensi lokalnya, tetapi harus juga mampu menarik partisipasi masyarakat, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Gunungkidul, serta pelaku bisnis dan investor untuk ikut mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Gunungkidul.
Adapun tiga sub-dimensi dari Smart Governance sebagai berikut: Layanan publik (service), Birokrasi (bureaucracy) dan Perancangan kebijakan (policy)

 SMART ECONOMY
smart economy atau tata kelola perekonomian yang dimaksudkan untuk mewujudkan ekosistem perekonomian di Kabupaten Gunungkidul yang mampu memenuhi tantangan di era informasi yang disruptif dan menuntut tingkat adaptasi yang cepat seperti saat ini.

Adapun sasaran dimensi Smart Economy adalah mewujudkan ekosistem yang mendukung aktifitas ekonomi masyakat yang selaras dengan sektor ekonomi unggulan Kabupaten Gunungkidul yang adaptif terhadap perubahan yang terjadi di era informasi saat ini, serta meningkatkan financial literacy masyarakat melalui berbagai program diantaranya mewujudkan less-cash society.

Adapun tiga sub-dimensi dari Smart Economy sebagai berikut: Ekosistem industri (industry), Kesejahteraan masyarakat (welfare) dan Ekosistem transaksi keuangan (transaction)

SMART LIVING
Smart Living bertujuan untuk menjamin kelayakan taraf hidup masyarakat yang dinilai dari tiga sub-dimensi, yaitu harmonisasi tata ruang (harmony), kesehatan (health), dan transportasi (mobility). Adapun sasaran Smart Living adalah untuk mewujudkan lingkungan tempat tinggal yang layak tinggal, nyaman, dan efisien.

SMART SOCIETY
Smart Society merupakan dimensi yang membahas tentang manusia sebagai unsur utama sebuah kota. Didalam Smart Society, interaksi antar manusia telah bergerak menuju ekosistem sosio-teknis di mana dimensi fisik dan virtual dari kehidupan warga kota semakin terjalin secara intensif. Interaksi antarwarga terjalin dengan semakin kuat dan tanpa sekat dengan mediasi teknologi.

Adapun sasaran Smart Society adalah mewujudkan ekosistem sosio-teknis masyarakat yang humanis dan dinamis, baik fisik maupun virtual untuk terciptanya masyarakat yang produktif, komunikatif, dan interaktif dengan digital literacy yang tinggi. Sub-dimensi Smart Society terdiri dari interaksi masyarakat (community), ekosistem belajar/pendidikan (learning), dan keamanan masyarakat (security).

SMART ENVIRONMENT
Dimensi Smart Environment adalah pengelolaan lingkungan yang pintar. Pintar tersebut diartikan sebagai perhatian bagi lingkungan hidup dalam pembangunan kota yang sama besarnya dengan perhatian yang diberikan terhadap pembangunan infrastruktur fisik maupun pembangunan sarana dan prasarana bagi warga. Ide dasar dari Smart Environment adalah mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.