1.CARI di LAJANG CAKAP
CARI di LAJANG CAKAP (Membacakan Nyaring di Layanan Antar Jemput Anak Gunungkidul Calon Kader Pemustaka) adalah sebuah inovasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak usia dini serta memperluas akses terhadap layanan perpustakaan. Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan dalam sistem perpustakaan daerah, termasuk lemahnya koordinasi antara instansi terkait, keterbatasan akses bagi sekolah-sekolah di daerah pinggiran, serta rendahnya minat baca di masyarakat. Beberapa kendala utama yang mendasari inovasi ini meliputi koordinasi yang lemah antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan Dinas Pendidikan serta Kemenag, yang menyebabkan kurangnya sinergi dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan, keterbatasan akses perpustakaan bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh layanan perpustakaan konvensional, serta minat baca yang rendah, terutama di kalangan anak-anak usia dini, yang berdampak pada perkembangan literasi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.
2.LAJANG CAKAP
LAJANG CAKAP (Layanan Antar Jemput Anak Gunungkidul Calon Kader Pemustaka) adalah inovasi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul yang meningkatkan akses perpustakaan bagi pelajar dan masyarakat di wilayah terpencil. Program ini mengatasi tantangan geografis dan aksesibilitas, serta mendorong minat baca melalui layanan antar jemput yang memudahkan pelajar mengakses perpustakaan di daerah mereka
3.SIAP GASPOL
SIAP GASPOL menawarkan beberapa keunikan, termasuk adanya link berita tentang kegiatan organisasi, informasi hukum terbaru yang terkait dengan organisasi, aplikasi pendaftaran online yang mudah diakses oleh pengurus organisasi baru, dan infografis yang membantu masyarakat memahami tahapan pelayanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul.
Dengan adanya SIAP GASPOL, masyarakat dan anggota organisasi dapat mengakses informasi dengan mudah dan cepat. Hal ini membantu meningkatkan transparansi organisasi dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses kebijakan publik. Selain itu, SIAP GASPOL juga dapat membantu mengoptimalkan kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
4.GUNUNG KIDUL CERDAS
Gunungkidul Cerdas adalah Quick Wins Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2022. Gunungkidul cerdas merupakan inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Gunungkidul dalam rangka meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pada aspek community, learning, security berbasis Teknologi Informasi. Konsep inovasi awal quick wins Gunungkidul Cerdas dengan Terwujudnya sekolah yang berhasil mengimplementasikan program Gunungkidul Cerdas, Terealisirnya program duplikasi dari sekolah yang berhasil mengimplementasikan program Gunungkidul Cerdas ke sekolah-sekolah sasaran, Terdatanya peta pendidikan yang interaktif-integratif di kabupaten Gunungkidul berbasis partisipasi aktif penanggung jawab masing-masing sekolah, dan Tersampaikanya materi kompetensi berfikir komputasional (Computational Thinking) ke siswa-siswa di Kabupaten Gunungkidul, sebagai dasar kecapakan hidup di Era Revolusi Industri 4.0 melalui implementasi mata pelajaran Informatika maupun ekstrakurikuler bermuatan Informatika.
Strategi pelaksanaan inovasi ini dengan melaksanakan duplikasi secara bertahap dari 3 sekolah yang mengimplementasikan Gunungkidul Cerdas berbasis Google Suite for Education ke sekolah-sekolah lain yang ada di Kabupaten Gunungkidul, selanjutnya dikembangkan kerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di luar negeri, sesama sekolah pengguna Google Suite for Education (peer school) yang merupakan salah satu teknologi yang digunakan di Gunungkidul Cerdas. Pengalaman berkolaborasi dengan dunia luar negeri, tentunya akan membawa dampak tersendiri dalam menyiapkan generasi Gunungkidul yang berwawasan Global namun tetap berkepribadian lokal
5.SAJISAKA
SAJISAKA adalah Quick Wins Kabupaten Gunungkidul Tahun 2022. Merupakan modifikasi dari kegiatan hibah buku, sebelumnya dengan merekrut donatur buku secara perorangan maupun lembaga disertai pelaksanaan sosialisasi, promosi dan publikasi Gerakan Sedekah Buku SAJISAKA ke lembaga pemerintah, swasta, masyarakat dan perorangan yang dikemas dalam tindakan/aksi menyumbang buku minimal 1 jiwa 1 buku/pustaka.
Pemerintah Daerah sudah melakukan strategi untuk keberlangsungan Program Sedekah Buku SAJISAKA berupa penguatan dukungan kebijakan melalui Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 041/4546 serta dukungan Stakeholder khususnya Tim Anggaran dalam pengalokasian anggaran sejak tahun 2020 sampai dengan TA 2022, dan telah masuk dalam Renja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tahun 2023, meskipun dengan anggaran yang masih minimalis.
Sedekah Buku dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat melalui kesadaran donasi dan berbagi buku, baik secara perorangan maupun kelembagaan. Denngan pemberia apresiasi berupa cideramata utuk para donatur buku sepanjang masih tersedia.
SAJISAKA didukung dengan sarpras yang sederhana, dengan penempatan kotak-kotak donasi buku di titik lokasi tertentu, seperti di Mall Pelayanan Publik, Bank BPD DIY Cabang Wonosari, Perpustakaan Balai Pintar, Kalurahan Pengkol Nglipar, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunungkidul.
Hasil sedekah buku dicatat, dikelola dan didistribusikan kembali ke masyarakat yang membutuhkan, kemudian perolehan buku da hasil distribusi dilaporkan pada even Sosialiasi dan Gerakan Sedekah Buku setiap tahun.
Program Sedekah buku SAJISAKA sangat potensi untuk dikembangkan. Sejauh ini, program SAJISAKA telah direplikasi oleh perpustakaan-perpustakaan binaan di wilayah Gunungkidul sebagai upaya taktis dalam penambahan koleksi buku yang masih minim dimiliki oleh perpustakaan binaan. Diantaranya adalah Perpustakaan Kalurahan Balai Pintar Pengkol Nglipar, Perpustakaan MTS N 4 Gunungkidul, Perpustakaan SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Perpustakaan Bunder Patuk.
Melalui promosi, publikasi dan komunikasi yang masif terkait program SAJISAKA dan gerakan sedekah buku, serta dipublish melalui WEB dan media sosial Dispussip dan Pemda Kabupaten Gunungkidul, program ini juga memiliki potensi untuk dilakukan jejaring/kemitraan yang lebih luas jangkauannya. Seperti dengan Balai Pengembangan dan Pengkajian Bahasa dan Sastra Indonesia, Balai Bahasa Yogyakarta, Balai Literasi Braille Indonesia anak Kemensos RI, Gramedia Pustaka Utama, Penerbit Kanisius, Diva Press, Forum TBM DIY, Polres Gunungkidul, maupun dengan Perbankan.