1.SABTU TERISTIMEWA
SABTU TERISTIMEWA (Sabtu Minggu Terakhir Sempatkan Konsultasi Masalah Kesehatan Jiwa) merupakan inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan untuk menangani peningkatan jumlah Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) serta memperkuat layanan kesehatan jiwa di Puskesmas. Berdasarkan data yang tercatat, jumlah ODMK terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan angka yang menunjukkan tren kenaikan signifikan, yaitu 10 orang (0,07%) pada tahun 2020, 166 orang (1,14%) pada tahun 2021, 422 orang (2,9%) pada tahun 2022, dan 463 orang (3,2%) pada tahun 2023. Di samping itu, tingginya beban masalah kesehatan jiwa serta keterbatasan tenaga profesional seperti psikolog di Puskesmas menjadi tantangan yang perlu segera diatasi.
Sebagai inovasi lanjutan dari program MANTAB JIWA, SABTU TERISTIMEWA hadir sebagai solusi yang lebih komprehensif dalam memberikan layanan preventif bagi ODMK dan ODGJ yang telah pulih. Program ini mengoptimalkan tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas dengan melibatkan berbagai profesi, program, dan sektor guna mendukung pemulihan serta pencegahan masalah kesehatan jiwa. Penjadwalan layanan ini dilakukan setiap hari Sabtu di minggu terakhir setiap bulan, sehingga lebih mudah diingat oleh masyarakat dan mempermudah akses layanan kesehatan jiwa tanpa mengganggu aktivitas harian mereka.
2.MANTAB JIWA (Mandiri Tangguh Bersama Jiwa-Jiwa yang Istimewa)
MANTAB JIWA adalah inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan menangani kasus bunuh diri dan meningkatkan layanan kesehatan jiwa. Program ini memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan mental, mengidentifikasi ODMK, serta memperbaiki layanan kesehatan bagi ODGJ, khususnya di wilayah yang memiliki angka kasus tinggi. Inisiatif ini juga didukung oleh tenaga profesional yang berupaya menurunkan stigma terkait kesehatan mental.
3.SEHAT GUNUNGKIDUL
Implementasi SEHAT Gunungkidul membutuhkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang handal, tenaga medis yang terlatih dalam memberikan layanan kesehatan secara online, serta perangkat kesehatan dan alat telemedicine yang memadai. Sosialisasi kepada masyarakat tentang keberadaan sistem dan pelatihan khusus bagi tenaga medis sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi SEHAT Gunungkidul.
Evaluasi secara berkala akan membantu untuk mengetahui tingkat keberhasilan implementasi SEHAT Gunungkidul serta mengevaluasi kebutuhan pengembangan lebih lanjut. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan memperluas cakupan layanan SEHAT Gunungkidul ke wilayah-wilayah lain di luar Gunungkidul dan menambahkan fitur-fitur baru yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diberikan melalui SEHAT Gunungkidul.
4.AYUNDA SI MENIK
Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting adalah Quick Wins Smart City Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020-2021. Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting akronim dari Ayo Tunda Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Cegah Stunting, merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dengan keterlibatan banyak pihak baik Kantor Urusan Agamai, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan Satgas 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Melalui inovasi ini, sebagai bentuk upaya menekan angka pernikahan usia anak masih berkelanjutan dengan menggalang kerjasama lintas sektor dalam pembelajaran PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja), kursus pra nikah (di sekolah), kursus catin (calon Pengantin), penanganan masalah sosial masyarakat. Membuka klinik konsultasi remaja di Puskesmas, posyandu remaja.
Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting memungkinkan direplikasi di daerah lain secara nasional maupun internasional karena permasalahan yang dihadapi merupakan isu global dan Tidak memerlukan dana yang besar. Selaras dengan tujuan dari SDGs. Inovasi program Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting telah direplikasi di 8 kecamatan, diantaranya Patuk, Wonosari, Gedangsari, Nglipar, Panggang, Rongkop, Saptosari dan Playen.
5. SIBONA
SIBONA adalah Quick Wins Smart City Kabupaten Gunungkidul Tahun 2022. Minimnya pilihan angkutan umum bagi masyarakat menyebabkan masyarakat terpaksa menggunakan kendaraan pribadi termasuk anak sekolah yang dalam segi umur belum diperbolehkan mengemudikan kendaraan, mengakibatkan tingginya angka kecelakaan di Gunungkidul yang melibatkan siswa sekolah atau anak-anak dibawah umur, mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menjalankan program SIBONA (Sistem Transportasi Bus Sekolah Ramah Anak) dalam upaya Penyelenggaraan Moda Transportasi yang Aman Bagi Pelajar Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan secara GRATIS bagi para siswa/i di Kabupaten Gunungkidul.
Penyusunan Quick Wins SIBONA melibatkan pihak-pihak terkait antara lain diskusi antar perangkat daerah (Bappeda, Disdik, Sekda, BKAD), Kemenag Kabupaten Gunungkidul, Dispora DIY – Balai Dikmen Kabupaten Gunungkidul, Sekolah, Komite sekolah, ORGANDA, Polisi Resor Gunungkidul, serta komunitas di masyarakat. Rancangan SIBONA beroperasi mulai Tahun 2022 dan mendapat penghargaan sebagai Pemenang Nomor 1 pada Lomba Krenovamaskat Pelita Indah 2022 Kategori Aparatur Sipil Negara (ASN)/OPD Bidang/Urusan Tata Kelola/Pelayanan Publik / Inovasi Bentuk Lainnya oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.