1. LIMA JEMPOL RIZA ( Fasilitasi Masyarakat Melalui Jemput Bola Perizinan Berusaha )

LIMA JEMPOL RIZA ( Fasilitasi Masyarakat Melalui Jemput Bola Perizinan Berusaha ) merupakan quickwins dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan untuk mengatasi kendala dalam pendampingan perizinan berusaha bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan jumlah sumber daya manusia dalam pendampingan perizinan melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) serta minimnya akses internet di beberapa wilayah yang menjadi target fasilitasi.

2. KEPOIN DUNK (Kemilau Potensi Investasi di Gunungkidul)

KEPOIN DUNK adalah quickwins dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan mengintegrasikan data potensi dan peluang investasi. Dengan inovasi ini, calon investor dan masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi investasi, mengatasi masalah informasi yang tersebar dan sulit diakses, serta meningkatkan pemahaman terkait peluang investasi di wilayah Gunungkidul.

2. CAKRAWALA BUDAYA DHAKSINARGA

Cakrawala Budaya Dhaksinarga adalah quickwins yang dikembangkan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul untuk mengatasi masalah dalam melestarikan dan melindungi warisan budaya seperti kurangnya informasi lengkap dan akurat tentang potensi budaya, aksesibilitas yang sulit, dan kurangnya partisipasi masyarakat. Inovasi ini memberikan informasi lengkap dan akurat tentang potensi budaya melalui fitur pencarian dan peta interaktif, memudahkan aksesibilitas dengan menyediakan informasi tentang titik lokasi potensi budaya, mendorong partisipasi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya, dan mempermudah promosi dan sosialisasi kegiatan budaya di Kabupaten Gunungkidul. link aplikasi bisa di akses melaluai laman berikut : https://cbd.gunungkidulkab.go.id/

3.PASAR DIGITAL

Merupakan Quick Wins Smart City Tahun 2020 sampai dengan 2022. Program Peningkatan dan Pengembangan Destinasi Pariwisata berupa kegiatan Pengembangan dan pengelolaan objek dan daya tarik wisata dengan membangun ekosistem Destinasi Digital, yaitu destinasi yang terbentuk dan menjadi benar-benar destinasi wisata, setelah dipromosikan melalui media social. Hal tersebut terbentuk dengan disediakannya spot-spot menarik dan Cameragenic yang selanjutnya pengunjung dapat menjadikan konten untuk diposting di media social, seperti Instagram atau Facebook. Dengan adanya interaksi digital (views, likes, comments, repost, dan share) akan menarik netizen untuk mengunjungi destinasi wisata.

Di Gunungkidul terdapat 3 destinasi digital berkonsep pasar digital yang saat ini dikembangkan, yakni Pasar Taman Bumi di dalam kawasan Geosite Lembah Ngingrong Mulo, Pasar Telaga Jonge di Kecamatan Semanu, dan Pasar Ekologis Argowijil di Desa Gari, Kecamatan Wonosari. Sementara itu replika mandiri pasar digital ini juga marak di kembangkan pada destinasi wisata desa yang ada sehingga kegiatan ini mampu menginspirasi pengusaha wisata lokal untuk juga membangun pasar digital.

Pasar ini menonjolkan kearifan lokal yang ada di Gunungkidul agar para pengunjung bisa bernostalgia pada masa lalunya. Setting dan konsep tampilan pasar meskipun transaksinya mempergunakan pola barter uang konvensional dengan mata uang tradisional namun justru inilah yang menjadi daya tarik pengunjung. Jajanan pasar juga di kemas sedemikian rupa dan merupakan produk lokal setempat, berupa makanan khas dan souvenir yang di hasilkan oleh masyarakat setempat.