Forum Smart City Kabupaten Gunungkidul 2026 Dorong Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Tingkatkan Layanan Publik

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan transformasi digital melalui implementasi Smart City dan penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Forum Smart City Kabupaten Gunungkidul Tahap I Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Selasa (28/4/2026) di Ruang Rapat Handayani Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul.

Mengusung tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Mendukung Ekosistem Smart City dan Peningkatan Layanan Publik”, kegiatan ini menghadirkan narasumber Sri Redjeki, S.Si., M.Kom., Ph.D., Rektor Universitas Teknologi Digital Indonesia. Forum diikuti oleh perwakilan Perangkat Daerah sebagai wadah untuk memperkuat sinergi, koordinasi, serta menyamakan persepsi dalam pengembangan program Smart City Kabupaten Gunungkidul.

Forum Smart City merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi digital daerah yang mendukung implementasi Smart City sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Melalui forum ini, pemerintah daerah mendorong seluruh Perangkat Daerah untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam penyelenggaraan forum disampaikan bahwa implementasi Smart City di Kabupaten Gunungkidul selama tahun 2025 telah menghasilkan berbagai inovasi dan capaian positif. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pemahaman, peningkatan kualitas inovasi, serta integrasi antar sistem dan layanan agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara lebih luas dan optimal.

Smart City sendiri merupakan pendekatan pembangunan daerah yang memanfaatkan teknologi dan data untuk meningkatkan kualitas layanan publik, efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, serta mewujudkan tata kelola yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan Smart City tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga pada penguatan kolaborasi, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Pada kesempatan tersebut, Sri Redjeki menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) saat ini menjadi salah satu faktor strategis yang dapat mendukung berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan. Teknologi AI dinilai mampu membantu meningkatkan efisiensi proses kerja, mempercepat pengolahan data, mendukung analisis informasi, hingga membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.

“Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan saat ini. Pemerintah daerah perlu mulai memahami potensi AI dan mengadopsinya secara bertahap sesuai kebutuhan serta karakteristik layanan yang dimiliki masing-masing Perangkat Daerah,” ungkap Sri Redjeki.

Lebih lanjut, pemanfaatan AI di lingkungan pemerintahan diharapkan tidak hanya menjadi sarana modernisasi teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Perangkat Daerah didorong untuk mengembangkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan dan permasalahan pelayanan publik, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Forum Smart City Tahap I Tahun 2026 juga menjadi sarana penjaringan berbagai gagasan dan inovasi dari Perangkat Daerah yang nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program Smart City Kabupaten Gunungkidul ke depan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan visi dan langkah dalam mewujudkan transformasi digital yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap hasil forum dapat diterjemahkan menjadi program-program prioritas yang terukur, implementatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokus yang akan dikembangkan adalah penyusunan Quick Wins Smart City Tahun 2026 yang akan menjadi langkah strategis dalam mempercepat implementasi Smart City di berbagai sektor.

Dengan dukungan seluruh Perangkat Daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul optimistis transformasi digital dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan digital, serta mewujudkan Kabupaten Gunungkidul yang semakin cerdas, inovatif, dan berdaya saing.

Previous Sinergi Jogja Smart Province: Diskominfo DIY Perkuat Kolaborasi Melalui Inovasi dan Sinkronisasi Data di Gunungkidul

Dikembangkan oleh Diskominfo Gunungkidul © 2023